18.2 C
London
Saturday, July 13, 2024
HomeGlobal NewsApa Itu Jimak? Ini Penjelasan dan Hukumnya dalam Islam

Apa Itu Jimak? Ini Penjelasan dan Hukumnya dalam Islam

Date:

Related stories

Wapres sebut ekonomi syariah bukan demi kepentingan umat Islam semata

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menekankan bahwa ekonomi dan...

Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Tujuan dan Besaran Biayanya

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah...

Menag Minta Tambahan Anggaran untuk Rumah Ibadah di IKN

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp...

Kota Mojokerto Raih Terbaik 1 Kategori Penegakan Hukum dalam Penyuluh Agama Islam Award tingkat Jatim

Satu lagi sosok inspiratif dan berprestasi dari Kota Mojokerto,...

Catat, Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah untuk Wukuf di Arafah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah...
spot_imgspot_img


Salah satu tujuan pernikahan adalah dihalalkannya jimak bagi laki-laki dan perempuan. Dalam ilmu fikih, jimak tidak hanya sekadar menjadi boleh melainkan menjadi bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Menukil buku Istri Bukan Pembantu oleh Ahmad Sarawat, Lc., secara bahasa kata jimak mempunyai bentuk dari kata jaama’a, yang kata dasarnya jim, mim, dan ‘ain. Secara istilah dalam ilmu fikih, jimak adalah melakukan hubungan kelamin, masuknya kemaluan suami ke dalam kemaluan istri, baik seluruhnya atau sebagian, baik keluar atau tidaknya air mani.

Para ulama yang membuat definisi jimak, sebagaimana mereka mendefinisikan sikap zina yang wajib dikenakan hukum hudud:

“Masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan perempuan.” (HR Ibnu Katsir)

Hukum Jimak

Dikutip dari buku Ensiklopedia Fiqih Indonesia: Pernikahan oleh Ahmad Sawarawat, Lc., hukum jimak ada lima macam, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Berikut ulasannya:

1. Mubah
Pada dasarnya melakukan jimak hukumnya boleh atau halal dalam pandangan syariah, yaitu jimak yang dilakukan pasangan suami-istri yang sah.

2. Sunnah
Kemudian hukumnya bergerak menjadi sunnah, apabila ada qarinah yang membuatnya menjadi sunnah. Misalnya jimak yang disertai dengan niat ibadah, taat kepada Allah SWT dan menghidupkan sunah-sunah Rasulullah SAW.

3. Wajib
Ketika seseorang telah sampai kepada kebutuhan biologis yang manusiawi, melakukan jimak atau memenuhi kebutuhan seks pasangan hukumnya adalah wajib.

Apalagi sampai dikhawatirkan terjadi zina dan sejenisnya, yang tentu saja akan menimbulkan mudharat lebih jauh. Maka pada saat itu jimak dengan pasangan yang sah hukumnya wajib.

4. Haram
Jimak yang diharamkan ada dua macam, yaitu jimak yang masyru’ tetapi terlarang, seperti jimak saat nifas, haid, iktikaf, puasa, ihram, dan zhihar. Jenis jimak kedua yang diharamkan adalah jimak yang sejak awal sudah tidak masyru’ seperti zina, liwath, jimak pada dubur, jimak dengan mayat, dan mayat.

Doa Berjimak

Mengutip buku Kitab Doa-Doa Bagi yang Sudah Berkeluarga karya Siti Nur Aidah, berikut bacaan doa saat berjimak. Yang pertama adalah doa sebelum berhubungan badan antara suami dan istri.

بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Arab latin: “Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa”.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”

Selanjutnya, ketika mengeluarkan air mani, hendaknya suami juga membaca doa. Tujuannya agar air mani yang dikeluarkan dapat memberikan keturunan yang baik.

اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً

Arab latin: “Allahummaj’alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah”.

Artinya: “Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).”

Setelah selesai melakukan hubungan badan, lafazkan doa setelah berhubungan intim.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا

Tulisan latin: “Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa”.

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).

Source: Detik

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img