19.6 C
London
Saturday, July 13, 2024
HomeCelebrityUut Permatasari Blak-Blakan Ngaku Nikahi Suami Tanpa Ada Rasa Cinta, Memangnya Boleh?

Uut Permatasari Blak-Blakan Ngaku Nikahi Suami Tanpa Ada Rasa Cinta, Memangnya Boleh?

Date:

Related stories

Wapres sebut ekonomi syariah bukan demi kepentingan umat Islam semata

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menekankan bahwa ekonomi dan...

Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Tujuan dan Besaran Biayanya

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah...

Menag Minta Tambahan Anggaran untuk Rumah Ibadah di IKN

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp...

Kota Mojokerto Raih Terbaik 1 Kategori Penegakan Hukum dalam Penyuluh Agama Islam Award tingkat Jatim

Satu lagi sosok inspiratif dan berprestasi dari Kota Mojokerto,...

Catat, Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah untuk Wukuf di Arafah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah...
spot_imgspot_img

Suara.com – Di balik hubungan pernikahannya yang sudah 8 tahun, rupanya Uut Permatasari menikah tanpa adanya cinta di awal. Hal ini diakui langsung oleh Uut Permatasari saat podcast bersama Ashanty. Bahkan, Uut Permatasari mengaku takut dengan suaminya yang kala itu seorang polisi.

“Saya belum mencintainya karena saya takut. Pertama saya melihat suami saya sepertinya garang, pendiam. ‘Mudah-mudahan dia sayang sama saya,’ doa saya setiap hari begitu,” ujar Uut Permatasari di podcast YouTube Ngobrol Asix yang tayang pada Kamis (26/10/2023).

Sebab tidak ada cinta itu juga membuat Uut Permatasari sempat menolak saat suaminya mengajaknya berhubungan intim. Meski demikian, akhirnya Uut Permatasari mau dan berhubungan intim dengan sang suami.

Tri Goffarudin, Suami Uut Permatasari (instagram/uutpermatasari)

“Dan tau nggak, Mbak Ashanty? Kalau sudah menjadi istri itu kan sudah sah ya. Harus melayani lahir batin. Tapi aku masih semoyo (menunda) loh sama suami saya. ‘Yang, ntar ya yang. Ntar boleh nggak yang?’ ‘Boleh sayang’,” jelas Uut Permatasari.

Ungkapan Uut Permatasari menikah tanpa cinta sendiri lantas menjadi sorotan. Pasalnya, cinta dalam Islam sendiri adalah hal yang penting dan sifatnya fitrah. Oleh sebab itu, dalam Islam cinta penting dalam hubungan. Lantas bagaimana menikah tanpa adanya cinta?

Mengutip situs Dalam Islam, menikah tanpa adanya cinta sebenarnya diperbolehkan, meskipun pada dasarnya hal itu penting. Hal ini karena dalam Islam terdapat ta’aruf di mana pasangan saling mengenal tanpa menjalani hubungan pacaran yang didasari cinta.

Meski demikian, pernikahan tanpa cinta juga tidak boleh sembarangan. Pasalnya, meskipun menikah tanpa cinta, hal yang harus diperhatikan pasangan di antaranya:

– Tidak ada paksaan

Pasangan tidak boleh menikah karena terpaksa. Keduanya harus sama-sama setuju dalam pernikahan tersebut. Sebagaimana dalam hadis dijelaskan:

Tidak boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah (dimintai pendapatnya), dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan hingga diminta izinnya.” Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana izinnya seorang gadis?” “Izinnya adalah dengan ia diam”, jawab Rasulullah. (HR. Al-Bukhari).

– Harus disetujui mempelai perempuan

Pihak perempuan harus dipastikan menyetujui pernikahan tersebut. Hal ini karena dalam hadis dijelaskan kalau persetujuan perempuan itu adalah hal yang sangat penting.

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya seorang gadis itu malu (untuk menjawab bila dimintai izinnya dalam masalah pernikahan).” Beliau menjelaskan, “Tanda ridhanya gadis itu (untuk dinikahkan) adalah diamnya.” (HR. Al-Bukhari).

– Adanya izin wali

Tidak hanya pihak perempuan, pernikahan tersebut meski tanpa cinta juga harus ada persetujuan = wali perempuan. Hal ini karena wali menjadi faktor penting untuk perempuan menikah. Rasulullah SAW bersabda:

Perempuan mana saja yang menikah tanpa seizin walinya maka pernikahannya batal. Jika suaminya telah menggaulinya, maka maskawinnya adalah untuknya (perempuan) terhadap apa yang diperoleh darinya. Apabila mereka bertengkar, maka penguasa menjadi wali bagi mereka yang tidak mempunyai wali. (HR. Ahmad).

Di sisi lain selain beberapa hal di atas, ketika menikah tanpa cinta kedua pasangan juga harus bisa ikhlas, bersyukur, mengenal dengan baik, jangan mengeluh, hingga coba sering habiskan waktu bersama. Hal tersebut akan membangun perasaan cinta di antara keduanya. Pasangan juga harus bisa menyelesaikan segala konflik yang ada dengan baik.

Sumber: Suara

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img