10.4 C
London
Tuesday, February 20, 2024
HomeEnvironmentMuhaimin Iskandar Sebut Sistem Pemerintahan Perlu Dievaluasi Setiap 30 Tahun

Muhaimin Iskandar Sebut Sistem Pemerintahan Perlu Dievaluasi Setiap 30 Tahun

Date:

Related stories

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....

Bingung Doa Tak Kunjung Dikabulkan? Yuk Cek Rahasia Ini

Berdoa merupakan bagian penting dari sisi kehidupan manusia yang biasanya melibatkan meminta kebahagiaan,...

Makna Kesetaraan Gender dalam Kajian Islam

Kajian tentang gender berkembang pesat tidak hanya di kalangan...
spot_imgspot_img

SuaraMalang.id – Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) Muhaimin Iskandar menyerukan evaluasi sistem pemerintah setiap 30 tahun sekali. Menurutnya, ini penting untuk memperkokoh tatanan pemerintahan demi kemaslahatan masyarakat.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Sharing Session yang diadakan Universitas Islam Malang (Unisma) pada Rabu (1/11/2023).

Politikus yang akrab disapa Cak Imin itu mengungkapkan, akan ada pengeroposan pada sistem pemerintahan setiap 30 tahun. Karena itu, butuh dibenahi agar untuk menjaganya.

“Pengeroposan itu ada cara membenahinya, yaitu kritik, kontrol, kepemimpinan, dan cara kerja. Indikasi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) merajalela, indikasi yang lain juga banyak, harus kita evaluasi,” ujarnya dikutip dari Ketik.co.id–jaringan Suara.com.

Cak Imin dalam kesempatan tersebut juga menegaskan, siap hadir di setiap undangan perguruan tinggi. Dia bersama Anies Baswedan membuka diri terhadap siapapun yang ingin mengajak diskusi.

“Kita siap, kampus manapun yang mengundang saya dan Mas Anies Baswedan, setiap saat kita siap untuk hadir,” katanya.

Dia pun mengapresiasi niat baik Unisma yang berniat menghadirkan seluruh bacapres dan bacawapres di dalam satu forum.

“Kampus harus membuka diri dengan berdialektika bersama seluruh capres dan cawapres. Kemudian melibatkan ahli-ahli supaya pemerintahan yang terpilih benar-benar berjalan sesuai tatanan yang ada. Keinginan perubahan dan perbaikan yang sempurna,” kata Muhaimin.

Pada acara Sharing Session sebenarnya juga mengundang Bacapres Anies Baswedan, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Namun, hanya Muhaimin Iskandar saja yang hadir.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof. Maskuri menjelaskan, sebenarnya undangan sudah disampaikan kepada semua bacapres maupun bacawapres. Termasuk kepada Ganjar-Mahfud MD dan Prabowo-Gibran.

Pasangan Ganjar-Mahfud sudah mengonfirmasi untuk hadir. “Namun kemarin sore mereka memberikan kabar bahwa tidak bisa datang,” katanya dikutip dari TIMES Indonesia–media partner Suara.com.

Acara tersebut juga menghadirkan raja-raja dari seluruh wilayah Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Timur, mahasiswa Unisma, dari organisasi masyarakat di Malang Raya, dan organisasi launnya.

Sumber: Suara

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img