22.8 C
London
Sunday, July 21, 2024
HomeAsiaTentang Arwah Gentayangan, Begini Menurut Islam

Tentang Arwah Gentayangan, Begini Menurut Islam

Date:

Related stories

Wapres sebut ekonomi syariah bukan demi kepentingan umat Islam semata

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menekankan bahwa ekonomi dan...

Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Tujuan dan Besaran Biayanya

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah...

Menag Minta Tambahan Anggaran untuk Rumah Ibadah di IKN

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp...

Kota Mojokerto Raih Terbaik 1 Kategori Penegakan Hukum dalam Penyuluh Agama Islam Award tingkat Jatim

Satu lagi sosok inspiratif dan berprestasi dari Kota Mojokerto,...

Catat, Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah untuk Wukuf di Arafah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah...
spot_imgspot_img


Tak dipungkiri banyak orang percaya akan adanya roh gentayangan. Mereka percaya roh yang gentayangan adalah mereka yang dalam kematian tidak wajar, seperti melakukan bunuh diri ataupun dibunuh. Namun, bagaimana menurut Islam tentang arwah gentayangan ?.

Diolah dari IslamPos, ini merupakan hal yang salah kaprah. Meski terdapat sebuah riwayat, di mana ada sebuah ruh yang dapat melihat bagaimana orang-orang hidup memperlakukan jasadnya, namun tidak seperti yang banyak diceritakan dalam sinetron.

Hadist riwayat Bukhari, dari Abu Said Al-Khudri, Nabi SAW bersabda, “Jika jenazah telah siap, kemudian kaum lelaki memikulnya di atas pundak-pundak mereka, maka jenazah itu orang shalih ia berkata: ‘Segerakanlah aku!’, tetapi jika tidak (shalih), ia berkata kepada keluarganya: ‘Celaka, akan kalian bawa kemana aku?’ Segala sesuatu akan mendengar suaranya selain manusia, dan andaikan manusia mendengarnya niscaya akan jatuh tersungkur”.

Kemudian, tentang arwah yang gentayangan dalam Islam ada dua landasan. Dalam sebuah penjelasan yang shahih, dikatakan bahwa orang kafir akan mendapatkan siksa kubur dan orang shalih akan mendapatkan nikmat kubur.

Dari sini dengan nikmat ataupun siksa yang mereka dapat dalam kubur, bagaimana sempat mereka kemudian bergentayangan dengan berbagai motif, misalnya balas dendam, menolong temannya yang masih hidup dan melakukan hal lainnya di dunia.

Landasan kedua, jika orang yang telah mati sebelumnya diberikan kesempatan untu hidup kembali, tentu mereka akan fokus untuk beramal maupun beribadah dan bukan malah melakukan aksi balas dendam atau hal lainnya.

Sumber : Jatim Times

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img