10.3 C
London
Wednesday, April 17, 2024
HomeGlobal NewsJimly Asshiddiqie Soal Beda Hari Idul Adha: Masa Sudah 15 Abad Tak...

Jimly Asshiddiqie Soal Beda Hari Idul Adha: Masa Sudah 15 Abad Tak Selesai

Date:

Related stories

10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

Jakarta, CNBC Indonesia- Kerajaan Islam pernah menguasai Nusantara dan...

Film Kiblat Arahan Sutradara Bobby Prasetyo Memicu Kontroversi, Begini Sepak Terjangnya di Dunia Perfilman

Kontroversi film Kiblat arahan sutradara Bobby Prasetyo masih hangat dibicarakan oleh banyak orang...

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....
spot_imgspot_img

Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie yang bertindak sebagai khatib pada salat Idul Adha di Masjid Al-Azhar menyinggung perbedaan hari salat Id. Mestinya, kata dia, perbedaan itu bisa diselesaikan.

Jimly mengatakan, hakikat Idul Adha adalah persatuan. Ia menyimbolkan peristiwa wukuf jemaah di Arafah. Baginya itu adalah simbol persatuan umat muslim.

“Pertemuan seluruh umat Islam sedunia di Makkah, wukuf di Padang Arafah itu kayak kongres umat Islam, jadi kalau ada masalah dunia Islam diselesaikan di situ,” kata Jimly kepada wartawan seusai menunaikan salat Id di kompleks Al-Azhar, Rabu (28/6).

Semestinya, kata dia, di Indonesia juga sudah tidak ada perbedaan salat Idul Adha. Sebab acuannya adalah wukuf di Arafah. Bila di sana, jemaah haji wukuf, maka di Tanah Air masuk hari-H Idul Adha. Meski ada perbedaan waktu sekitar 6 jam.

“Allah cuma satu, kiblat cuma satu, iya kan? Maka kalender Islam seharusnya, yah, satu saja gitu, lho,” ungkap Jimly.

Ia mengaku heran, perbedaan yang sudah terjadi 15 abad tidak selesai-selesai. Padahal teknologi berkembang, bahkan waktu wukuf sudah bisa dicari dan diketahui lewat mesin pencari Google.

Kondisi ini berbeda dengan beberapa abad yang lalu ketika orang haji masih perlu berbulan-bulan.

“Masa, sudah 15 abad enggak selesai-selesai juga, perbedaan pendapat hisab rukyat, masing-masing dengan teori-teori lama, zona, wilayah, kan sekarang sudah ada mazhab Google yah, Google saja,” ungkap Jimly.

Oleh karena itu, Jimly berharap persoalan tersebut bisa diselesaikan ke depannya. Menyepakati kalender Islam yang dipusatkan ke Makkah.

“Jadi kita mengharapkan ulil amri di semua negara-negara anggota OKI itu segera bisa menyelesaikan kalender Islam,” pungkasnya.

Pesan soal masalah kalender Islam ini juga disampaikan Jimly dalam khutbahnya.

Penetapan hari salat Idul Adha Indonesia tahun ini memang ada perbedaan. Ada yang menunaikannya hari ini, Rabu (28/6), sementara versi pemerintah dilaksanakan besok, Kamis (29/6).

Sumber : Kumparan News

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img