19.6 C
London
Saturday, July 13, 2024
HomeEducationTiga Lembaga Intelijen yang Digunakan Israel Menjajah Palestina

Tiga Lembaga Intelijen yang Digunakan Israel Menjajah Palestina

Date:

Related stories

Wapres sebut ekonomi syariah bukan demi kepentingan umat Islam semata

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menekankan bahwa ekonomi dan...

Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Tujuan dan Besaran Biayanya

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah...

Menag Minta Tambahan Anggaran untuk Rumah Ibadah di IKN

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp...

Kota Mojokerto Raih Terbaik 1 Kategori Penegakan Hukum dalam Penyuluh Agama Islam Award tingkat Jatim

Satu lagi sosok inspiratif dan berprestasi dari Kota Mojokerto,...

Catat, Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah untuk Wukuf di Arafah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah...
spot_imgspot_img

Negara Palestina punya Palestinian General Intelligence Service atau Dinas Intelijen Umum Palestina (PGIS) yang berada di bawah komando langsung presiden Otoritas Palestina (PA). Negara Israel sebagai penjajah punya tiga lembaga intelijen, yang paling dikenal adalah Mossad. Dua lembaga lainnya adalah Shin Bet dan AMN.

Pendirian Mossad merupakan bagian dari pemikiran Perdana Menteri David Ben-Gurion. Pendirian Mossad dilakukan segera setelah berdirinya negara Israel yang menjajah Palestina. Sebab kerangka negara harus ditetapkan untuk badan-badan intelijen yang sudah aktif pada periode negara saat ini. 

Seperti yang lazim dilakukan di seluruh dunia, tren yang ada adalah membentuk tiga kerangka kerja terpisah, badan intelijen militer yang kemudian disebut AMN. Badan keamanan internal selanjutnya disebut Shin Bet, dan badan intelijen yang beroperasi di luar negeri disebut Mossad.

Dilansir dari laman Mossad.Gov pada Selasa (5/12/2023), dijelaskan bahwa realisasi konsep pengoperasian badan intelijen ini memerlukan waktu dan dilakukan secara bertahap. Pada tanggal 30 Juni 1948, markas besar layanan berita Organisasi Haganah (SHI) dibubarkan, dan badan intelijen Negara Israel didirikan. 

Pada bulan Juli 1949, Reuven Shiloh mengusulkan, Pejabat Kementerian Luar Negeri dan kepala departemen politik, untuk membentuk lembaga pusat untuk konsentrasi dan koordinasi badan intelijen dan keamanan. Tujuannya adalah untuk mencapai koordinasi dan arahan badan intelijen dan keamanan dari aktivitas intelijen. 

Ben-Gurion menyetujui usulan tersebut dan pada tanggal 13 Desember 1949 mengumumkan pembentukan badan yang dipimpin oleh Reuven Shiloh. Ditetapkan bahwa tanggal pendiriannya adalah tanggal berdirinya lembaga tersebut, yang kemudian disebut lembaga intelijen dan tugas khusus.

Badan koordinator ini belum melakukan operasi pengumpulan intelijen di luar negeri (yang kemudian dilakukan di departemen khusus di Kementerian Luar Negeri – “Deat”), hingga pada awal tahun 1951 diputuskan untuk membentuk otoritas pusat untuk pengumpulan intelijen di luar negeri, menjadi bawahan lembaga tersebut. Badan ini (disebut otoritas) adalah badan utama Mossad pada tahun-tahun awalnya dan kemudian menjadi divisi “Junction” yang menangani perekrutan dan pengoperasian agen.

Pada tahun 1952, Reuven Shiloh menyelesaikan masa jabatannya sebagai kepala Mossad dan sebagai gantinya diangkat Isser Harel, yang sebelumnya menjadi kepala Shin Bet (Hasbak) dan sejak saat itu dianggap bertanggung jawab atas kedua organisasi tersebut. 

Harel menjabat sebagai kepala Mossad hingga tahun 1963, dan selama masa jabatannya, Mossad bertambah sekitar 80 karyawan menjadi lebih dari 620 karyawan. Bahkan Mossad memperluas aktivitasnya dan terlibat dalam berbagai tugas pengumpulan intelijen dan operasi khusus.

Dikutip dari sumber lain, laman Wikipedia menjelaskan bahwa Mossad adalah salah satu entitas utama dalam Komunitas Intelijen Israel, bersama dengan Aman atau AMN (intelijen militer) dan Shin Bet (keamanan internal). 

Mossad bertanggung jawab atas pengumpulan intelijen, operasi rahasia, dan kontra-terorisme. Diperkirakan Mossad mempekerjakan sekitar 7.000 orang.

Shin Bet, nama ini digunakan untuk Shabak pada tahun-tahun pertama terbentuknya. Badan ini adalah agensi kontra spionase Israel, dan dikenal dengan nama General Security Service (GSS) atau Pelayanan Keamanan Umum. 

GSS bertanggung jawab atas keamanan dan perlindungan Perdana Menteri Israel dan pejabat pemerintah lainnya seperti industri pertahanan, lokasi ekonomi sensitif dan instalasi Israel. Shin Bet sesekali dibandingkan dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Shin Bet juga memegang seluruh keamanan untuk maskapai penerbangan nasional Israel.

Sumber: Republika

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img