17.9 C
London
Tuesday, October 3, 2023
HomeGlobal NewsPeristiwa Langka, Media Afghanistan Tayangkan Seluruh Pembicara Perempuan

Peristiwa Langka, Media Afghanistan Tayangkan Seluruh Pembicara Perempuan

Date:

Related stories

Penjelasan Ahli Tafsir tentang Meteor Sebagai Senjata Pelempar Setan

Sebuah video viral meteor atau bintang jatuh beredar di berbagai linimassa....

Hijrah Artinya Apa? Ini Sejarah, Dalil Dan Makna Pentingnya Bagi Umat Islam

Dalam sejarah Islam, salah satu peristiwa paling menonjol yang...

Ini Hukum Pesan Makanan via Ojol dalam Ajaran Islam

Semenjak kehadiran ojek online (ojol) pesen makanan menjadi lebih...

Malaikat Jibril dan Tugasnya dalam Islam

Malaikat Jibril, yang juga dikenal sebagai Malaikat Gabriel dalam...
spot_imgspot_img

Siaran media Afghanistan Tolo News menayangkan panel yang semuanya perempuan di studionya. Dalam tayang itu pun penonton perempuan ikut dilibatkan sebagai peringatan Hari Perempuan Internasional.

Dengan masker bedah menutupi wajah, panel yang terdiri dari tiga perempuan dan satu moderator yang juga perempuan membahas topik tentang posisi perempuan dalam Islam. “Seorang perempuan memiliki hak dari sudut pandang Islam … itu adalah haknya untuk dapat bekerja, untuk dididik,” kata jurnalis Asma Khogyani di panel tersebut.

Panelis lain, yang merupakan mantan profesor universitas Zakira Nabil mengatakan, perempuan akan terus mencari cara untuk belajar dan bekerja. “Mau tidak mau, perempuan ada di masyarakat ini … jika tidak mungkin mendapatkan pendidikan di sekolah, dia akan belajar ilmu di rumah,” katanya kepada panel.

Program yang melibatkan banyak perempuan ini telah langka di Afghanistan sejak Taliban mengambil alih. Banyak jurnalis perempuan meninggalkan profesinya atau mulai bekerja off-air. Sebuah survei oleh Reporters Without Borders tahun lalu menemukan, lebih dari 75 persen jurnalis perempuan telah kehilangan pekerjaan sejak Taliban mengambil alih pada Agustus 2021.

Pembatasan yang semakin meningkat serta krisis ekonomi yang parah di negara itu, Organisasi Perburuhan Internasional mengatakan, pekerjaan perempuan telah turun 25 persen tahun lalu sejak pertengahan 2021. Lembaga ini menyatakan, lebih banyak perempuan beralih ke pekerjaan wiraswasta seperti menjahit di rumah.

Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Afghanistan (UNAMA) meminta Taliban untuk membatalkan pembatasan hak-hak anak perempuan dan perempuan. Sedangkan Taliban mengklaim  menghormati hak-hak perempuan dan telah membentuk sebuah komite untuk memeriksa masalah yang dirasakan untuk membuka kembali sekolah perempuan

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img