6.2 C
London
Saturday, April 20, 2024
HomeBusinessBank Indonesia NTB Pacu Bisnis Fesyen Muslim

Bank Indonesia NTB Pacu Bisnis Fesyen Muslim

Date:

Related stories

10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

Jakarta, CNBC Indonesia- Kerajaan Islam pernah menguasai Nusantara dan...

Film Kiblat Arahan Sutradara Bobby Prasetyo Memicu Kontroversi, Begini Sepak Terjangnya di Dunia Perfilman

Kontroversi film Kiblat arahan sutradara Bobby Prasetyo masih hangat dibicarakan oleh banyak orang...

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....
spot_imgspot_img

Bank Indonesia kantor perwakilan NTB mendorong industri fesyen halal seiring besarnya potensi bisnis pada rantai halal industri.

Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Barat mendorong berkembangnya industri fesyen muslim seiring besarnya potensi bisnis halal. 

Dalam catatan Bank Indonesia, sektor prioritas halal value chain yang terdiri dari sektor pertanian, makanan, fesyen muslim hingga pariwisata ramah muslim bakal tumbuh 4,5 persen – 5,3 persen per tahun. pertumbuhan industri ini akan diikuti oleh pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah sebesar 14 persen -16 persen pada 2023.

Dalam data yang lebih detail, ekspor fesyen muslim Indonesia mayoritas di ekspor ke Iran US$50,7 miliar, Turki US$36,2 miliar, Pakistan US$23 miliar, Arab Saudi US$21,6 miliar, dan Mesir US$18,7 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Heru Saptaji menjelaskan, pertumbuhan tersebut didukung oleh mulai berkembangnya industri halal di daerah seperti NTB yang sedang menggarap potensi halal seperti makanan, fesyen muslim hingga pariwisata. Heru menjelaskan industri halal bisa menjadi arus baru kekuatan ekonomi NTB karena memiliki pasar yang segmented dan besar secara nasional dan global.

Saat ini BI NTB sedang fokus dalam pengembangan fesyen muslim dengan membina sejumlah pengrajin daerah yang berpotensi untuk maju. BI memfasilitasi dalam penguatan kapasitas SDM dan membuka pasar baru bagi produk mereka. “Pengembangan halal value chain melalui penguatan kapasitas pelaku dan model bisnis syariah, termasuk akselerasi proses sertifikasi halal,” jelas Heru di Mataram dikutip pada Rabu (28/6/2023).

NTB juga mulai mendorong halal lifestyle atau gaya hidup halal dengan sejumlah strategi salah satunya dengan mendorong festival fesyen muslim bergeliat di daerah. Menurut Heru melalui festival fesyen akan membuka potensi daerah karena menarik para pengunjung dari berbagai kalangan. Saat ini BI NTB sendiri mendukung festival fesyen Lombok International Modest Fashion Festival (Limoff) yang mengusung tenun wastra khas NTB untuk didesain menjadi fesyen muslim.

Bank Indonesia juga mendorong penguatan kelembagaan industri halal di daerah, kemudian memperkuat akses para pelaku usaha di sektor halal ke keuangan yang lebih inklusif atau terbuka, sehingga akselerasi bisnis bisa lebih cepat. Selain itu, Digitalisasi dalam pemasaran juga terus dikuatkan agar jangkauan pasar lebih luas. 

Sumber : Bisnis.com

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img