12.3 C
London
Monday, May 27, 2024
HomeAsiaNATO: China Punya 1.500 Hulu Ledak Nuklir pada 2035

NATO: China Punya 1.500 Hulu Ledak Nuklir pada 2035

Date:

Related stories

10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

Jakarta, CNBC Indonesia- Kerajaan Islam pernah menguasai Nusantara dan...

Film Kiblat Arahan Sutradara Bobby Prasetyo Memicu Kontroversi, Begini Sepak Terjangnya di Dunia Perfilman

Kontroversi film Kiblat arahan sutradara Bobby Prasetyo masih hangat dibicarakan oleh banyak orang...

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....
spot_imgspot_img

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa China akan memiliki sekitar 1.500 hulu ledak nuklir pada tahun 2035.

Menurut dia, NATO perlu memikirkan kembali dan menyesuaikan pendekatannya “ke dunia yang lebih berbahaya dan kompetitif.” “Rusia adalah ancaman paling langsung terhadap keamanan kita. Tetapi lanskap keamanan global yang lebih luas juga meresahkan.

China dengan cepat mengembangkan persenjataan nuklirnya tanpa transparansi tentang kemampuannya,” ujar dia. Dia menambahkan, “Iran dan Korea Utara secara terang-terangan mengembangkan program nuklir dan sistem pengiriman mereka sendiri.”

“Dalam jangka panjang, kita perlu memikirkan kembali dan menyesuaikan pendekatan kita ke dunia yang lebih berbahaya dan kompetitif. Dan ini berarti terlibat dengan China. Yang diperkirakan memiliki 1.500 hulu ledak pada tahun 2035,” papar Stoltenberg pada pembukaan Konferensi Tahunan NATO ke-18 tentang Pengendalian Senjata, Perlucutan Senjata, dan Non-Proliferasi Senjata Pemusnah Massal.

Pada Selasa, Kelompok Tujuh (G7) meminta China terlibat dalam diskusi pengurangan risiko strategis dengan AS di tengah dugaan perluasan persenjataan nuklir negara itu.

G7 juga menegaskan pentingnya mengendalikan barang dan teknologi “yang dapat digunakan untuk tujuan militer, terutama melalui rezim kontrol ekspor multilateral.” Pada hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan negara-negara G7 secara sewenang-wenang mengkritik kebijakan nuklir negara lain, sambil terus-menerus merongrong sistem perlucutan senjata nuklir internasional.

Konferensi NATO Tahunan ke-18 tentang Pengendalian Senjata, Perlucutan Senjata, dan Non-Proliferasi Senjata Pemusnah Massal berlangsung 17-20 April di Washington.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img