18.2 C
London
Friday, June 14, 2024
HomeAsiaPanda di Bonbin Thailand Tewas, China Berduka

Panda di Bonbin Thailand Tewas, China Berduka

Date:

Related stories

Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Tujuan dan Besaran Biayanya

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah...

Menag Minta Tambahan Anggaran untuk Rumah Ibadah di IKN

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp...

Kota Mojokerto Raih Terbaik 1 Kategori Penegakan Hukum dalam Penyuluh Agama Islam Award tingkat Jatim

Satu lagi sosok inspiratif dan berprestasi dari Kota Mojokerto,...

Catat, Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah untuk Wukuf di Arafah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah...

Luhut ajak publik ikut awasi ormas keagamaan kelola tambang

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan...
spot_imgspot_img

Seekor panda raksasa, yang dipinjamkan kepada Thailand tewas pada Rabu (18/4/2023). China pun berduka. Seharusnya Panda bernama Lin Hui itu dikembalikan kepada China enam bulan lagi. Tetapi, pada usia 21 tahun panda yang tinggal di kebun binatang di Chiang Mai itu meninggal dunia.

Penyebab kematian Lin Hui disebabkan sakit. Wutthichai Muangmun, direktur kebun binatang di Chiang Mai, menyebut Lin Hui mimisan ketika berbaring setelah makan. Lin Hui segera mendapatkan perawatan dari tim dokter hewan gabungan Thailand-China tetapi kondisinya memburuk dan mati Rabu pagi.

Tewarat Vejmanat, seorang dokter hewan yang berbicara pada konferensi pers yang disiarkan langsung di halaman Facebook kebun binatang tersebut, mengatakan bahwa panda itu sudah lanjut usia. Dari pemeriksaan setiap hari, panda itu tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit atau perbedaan perilaku sebelum jatuh sakit.

“China berduka atas kematian panda raksasa Lin Hui,” kata Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, di Beijing.

Wang mengatakan bahwa setelah China mengetahui panda itu sakit, pihak berwenang segera mengorganisir para ahli untuk memandu Thailand melakukan penyelamatan melalui tautan video, tetapi sayangnya nyawa panda itu tidak tertolong.

Ia menambahkan bahwa pihak berwenang China akan segera membentuk tim ahli untuk melakukan penyelidikan bersama atas penyebab kematian Lin Hui.

Pasangan jantan Lin Hui, Chuang Chuang, yang dipelihara bersamanya di kebun binatang di Chiang Mai itu, mati di sana pada tahun 2019 pada usia 19 tahun. Pasangan itu tiba di Chiang Mai pada tahun 2003 melalui program pinjaman 10 tahun yang kemudian diperpanjang selama 10 tahun lagi.

Lin Hui dan Chuang Chuang memiliki anak berjenis kelamin betina, Lin Ping, pada tahun 2009 melalui inseminasi buatan. Lin Ping dikirim ke China pada tahun 2013 untuk mencari pasangan. Tetapi, hingga saat ini, Lin Ping tidak kembali ke Thailand.

Harapan hidup panda raksasa di alam liar adalah sekitar 15 tahun, tetapi di penangkaran mereka bisa hidup sampai usia 38 tahun. Upaya konservasi selama beberapa dekade di alam liar dan studi di penangkaran telah menyelamatkan panda raksasa itu dari kepunahan.

Populasi panda raksasa pernah kurang dari 1.000, namun kini diperkirakan mencapai lebih dari 1.800 di alam liar dan penangkaran.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img