6.2 C
London
Saturday, April 20, 2024
HomeDefenceSekjen NATO: Bakhmut Bisa Jatuh ke Tangan Rusia Dalam Beberapa Hari

Sekjen NATO: Bakhmut Bisa Jatuh ke Tangan Rusia Dalam Beberapa Hari

Date:

Related stories

10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

Jakarta, CNBC Indonesia- Kerajaan Islam pernah menguasai Nusantara dan...

Film Kiblat Arahan Sutradara Bobby Prasetyo Memicu Kontroversi, Begini Sepak Terjangnya di Dunia Perfilman

Kontroversi film Kiblat arahan sutradara Bobby Prasetyo masih hangat dibicarakan oleh banyak orang...

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....
spot_imgspot_img

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan kota Bakhmut di Ukraina timur mungkin akan jatuh ke tangan Rusia dalam beberapa hari mendatang setelah pertempuran sengit selama berbulan-bulan.

Pernyataan Stoltenberg keluar ketika kelompok tentara bayaran Wagner Rusia, yang telah memulai serangan ke wilayah Bakhmut, mengklaim telah merebut tepi timur kota industri itu. Kota Bakhmut memang menjadi lokasi pertempuran terpanjang sejak Moskow menginvasi Ukraina, dan kondisinya kini telah hancur porak poranda.

Di Stockholm, para menteri Uni Eropa sedang mendiskusikan rencana untuk meningkatkan produksi pertahanan dan mempercepat pengiriman amunisi ke Ukraina. Apalagi Ukraina terus melontarkan ribuan peluru howitzer ke arah pasukan Rusia setiap hari.

Kepala pemimpin pasukan Wagner, yang juga sekutu Kremlin Yevgeny Prigozhin mengatakan di media sosial Rabu, bahwa pasukannya telah merebut seluruh bagian timur Bakhmut. Kota yang juga dikenal sebuah kota tambang garam dengan populasi 80.000 sebelum perang.

Pertempuran sengit di sekitar Bakhmut telah menjadi area pertempuran yang terpanjang dan paling berdarah dalam invasi Rusia selama lebih dari setahun. 

“Apa yang kita lihat adalah bahwa Rusia mengerahkan lebih banyak pasukan, lebih banyak pasukan dan apa yang kurang dalam kualitas, mereka coba perbaiki secara kuantitas,” kata Stoltenberg kepada wartawan di Stockholm di sela-sela pertemuan para menteri pertahanan Uni Eropa dikutip dari AFP.

“Kami tidak dapat mengesampingkan bahwa Bakhmut pada akhirnya akan jatuh dalam beberapa hari mendatang,” kata kepala aliansi militer pimpinan AS, menambahkan bahwa “ini tidak serta merta mencerminkan titik balik perang”.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan CNN, konsekuensi dari apa yang bisa terjadi jika Bakhmut jatuh ke tangan Rusia.

“Kami memahami bahwa setelah Bakhmut, (pasukan Rusia) dapat melangkah lebih jauh” dan menyerang kota-kota terdekat di wilayah Donetsk.

“Mereka bisa pergi ke Kramatorsk, mereka bisa pergi ke Sloviansk, itu akan menjadi jalan terbuka bagi Rusia setelah Bakhmut ke kota-kota lain di Ukraina, ke arah Donetsk,” kata Zelensky dalam wawancara yang disiarkan Rabu (8/3/2023).

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan kepada para pejabat militer selama pertemuan yang disiarkan televisi pada hari Selasa, bahwa bila pihaknya mengambil kendali kota itu, maka akan memungkinkan operasi ofensif lebih lanjut di timur Ukraina. Pemimpin Wagner, Prigozhin memperkirakan antara 12.000 dan 20.000 pasukan Ukraina masih mempertahankan kota.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img