22.8 C
London
Sunday, July 21, 2024
HomeGlobal News10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

Date:

Related stories

Wapres sebut ekonomi syariah bukan demi kepentingan umat Islam semata

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menekankan bahwa ekonomi dan...

Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Tujuan dan Besaran Biayanya

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah...

Menag Minta Tambahan Anggaran untuk Rumah Ibadah di IKN

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp...

Kota Mojokerto Raih Terbaik 1 Kategori Penegakan Hukum dalam Penyuluh Agama Islam Award tingkat Jatim

Satu lagi sosok inspiratif dan berprestasi dari Kota Mojokerto,...

Catat, Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah untuk Wukuf di Arafah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah...
spot_imgspot_img


Jakarta, CNBC Indonesia– Kerajaan Islam pernah menguasai Nusantara dan menjadi kekuatan besar. Kerajaan Islam di Tanah Air ini yan diperkirakan sudah ada sejak abad ke-13.

Pada abad tersebut kerajaan Islam bermunculan akibat lalu lintas perekonomian melalui lintas perdagangan laut. Pedagang-pedagang Islam dari Arab, India, Persia, hingga Tongkok berbaur dengan Masyarakat Tanah Air.

Salah satu penanda perubahan tersebut terlihat dari kemunculan kerajaan-kerajaan bercorak Islam. Keterlibatan kerajaan Islam di Indonesia ini juga berperan dalam menyebarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru Indonesia.

Berikut beberapa kerajaan Islam tertua di Indonesia:

Nama KerajaanTahunLokasi
Kerajaan Perlak840-1292Peureulak, Aceh Timur
Kerajaan Ternate1257Maluku Utara
Kerajaan Samudera Pasai1267-1251Kabupaten Lhokseumawe
Kerjaan Gowa1300-1945Sulawesi Selatan
Kesultanan Malaka1405-1511Tanah Malaka
Kerajaan Islam Cirebon1430-1677Cirebon, Jawa Barat
Kerajaan Demak1478-1554Pesir Pulau Jawa, Demak
Kerajaan Islam Banten1526-1813Tanah Pasundan, Banten
Kerajaan Pajang1568-1586Demak
Kerajaan Mataram Islam1588-1680Yogyakarta

Kerajaan Perlak merupakan salah satu kerjaan tertua di Indonesia dan merupakan wilayah yang dikenal memproduksi kayu perlak yang merupakan bahan baku pembuatan kapal.

Tak heran, Perlak ramai dikunjungi pedagang Gujarat, Arab, dan Persia, sehingga komunitas Islam di wilayah ini berkembang pesat. Proses asimilasi dari hasil kawin campur pedagang Muslim dengan wanita pribumi banyak terjadi pada masa itu.

Kerajaan Perlak berlangsung cukup lama. Raja pertama Kerajaan Perlak bernama Alaidin Sayyid Maulana Aziz Syah. Kemudian raja terakhir Muhammad Amir Syah mengawinkan putrinya dengan Malik Saleh. Malik Saleh inilah yang menjadi cikal bakal yang mendirikan Kerajaan Samudra Pasai.

Kesultanan Demak juga menjadi salah satu kerajaan tertua dan terbesar di Indonesia.

Didirikan oleh Raden Fatah, Kerajaan Demak menjadi kesultanan pertama di Jawa, Periode kekuasaannya membentang dari 1478-1554 Masehi.

Masa kejayaan Kerajaan Demak ada di bawah Sultan Trenggono. Demak tidak hanya menjadi pusat perdagangan tetapi juga penyebaran Islam di bawah kepemimpinan Wali Songo.

Demak juga menguasai beberapa pelabuhan utama dari Surabaya, Madura, Tuban, Semarang, Jepara, Cirebon, hingga Sunda Kelapa.

Pada saat kerajaan Demak berdiri, Selat Muria juga masih berfungsi menjadi jalur perairan strategis. Keberadaan selat tersebut bahkan menjadi salah satu penopang kejayaan Kesultanan Demak.

Seperti diketahui, Selat Muria merupakan selat yang dulunya menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Muria.

Selat Muria merupakan selat yang dulunya menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Muria. Selat Muria menjadi jalur perdagangan strategis karena berdekatan dengan kota perdagangan Demak.

Demak merupakan salah satu pelabuhan yang sangat penting dan strategis pada masa lalu. Banyak pedagang dari Semarang mengambil jalan pintas ke Demak hingga Rembang jika ingin berdagang, termasuk ke penjuru Nusantara seperti Maluku.

Jalur Selat Muria pun kemudian memegang peran strategis dalam menghubungkan perdagangan dari Demak dan Nusantara karena pedagang yang menuju Demak melewati Selat Muria.

Beberapa komoditas yang diperdagangkan pada masa itu di antaranya beras, garam, dan terasi. Selat tersebut menghilang karena endapan.

Sumber: CNBC

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img