8.8 C
London
Saturday, April 20, 2024
HomeGlobal News10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

Date:

Related stories

Film Kiblat Arahan Sutradara Bobby Prasetyo Memicu Kontroversi, Begini Sepak Terjangnya di Dunia Perfilman

Kontroversi film Kiblat arahan sutradara Bobby Prasetyo masih hangat dibicarakan oleh banyak orang...

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....

Bingung Doa Tak Kunjung Dikabulkan? Yuk Cek Rahasia Ini

Berdoa merupakan bagian penting dari sisi kehidupan manusia yang biasanya melibatkan meminta kebahagiaan,...
spot_imgspot_img


Jakarta, CNBC Indonesia– Kerajaan Islam pernah menguasai Nusantara dan menjadi kekuatan besar. Kerajaan Islam di Tanah Air ini yan diperkirakan sudah ada sejak abad ke-13.

Pada abad tersebut kerajaan Islam bermunculan akibat lalu lintas perekonomian melalui lintas perdagangan laut. Pedagang-pedagang Islam dari Arab, India, Persia, hingga Tongkok berbaur dengan Masyarakat Tanah Air.

Salah satu penanda perubahan tersebut terlihat dari kemunculan kerajaan-kerajaan bercorak Islam. Keterlibatan kerajaan Islam di Indonesia ini juga berperan dalam menyebarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru Indonesia.

Berikut beberapa kerajaan Islam tertua di Indonesia:

Nama KerajaanTahunLokasi
Kerajaan Perlak840-1292Peureulak, Aceh Timur
Kerajaan Ternate1257Maluku Utara
Kerajaan Samudera Pasai1267-1251Kabupaten Lhokseumawe
Kerjaan Gowa1300-1945Sulawesi Selatan
Kesultanan Malaka1405-1511Tanah Malaka
Kerajaan Islam Cirebon1430-1677Cirebon, Jawa Barat
Kerajaan Demak1478-1554Pesir Pulau Jawa, Demak
Kerajaan Islam Banten1526-1813Tanah Pasundan, Banten
Kerajaan Pajang1568-1586Demak
Kerajaan Mataram Islam1588-1680Yogyakarta

Kerajaan Perlak merupakan salah satu kerjaan tertua di Indonesia dan merupakan wilayah yang dikenal memproduksi kayu perlak yang merupakan bahan baku pembuatan kapal.

Tak heran, Perlak ramai dikunjungi pedagang Gujarat, Arab, dan Persia, sehingga komunitas Islam di wilayah ini berkembang pesat. Proses asimilasi dari hasil kawin campur pedagang Muslim dengan wanita pribumi banyak terjadi pada masa itu.

Kerajaan Perlak berlangsung cukup lama. Raja pertama Kerajaan Perlak bernama Alaidin Sayyid Maulana Aziz Syah. Kemudian raja terakhir Muhammad Amir Syah mengawinkan putrinya dengan Malik Saleh. Malik Saleh inilah yang menjadi cikal bakal yang mendirikan Kerajaan Samudra Pasai.

Kesultanan Demak juga menjadi salah satu kerajaan tertua dan terbesar di Indonesia.

Didirikan oleh Raden Fatah, Kerajaan Demak menjadi kesultanan pertama di Jawa, Periode kekuasaannya membentang dari 1478-1554 Masehi.

Masa kejayaan Kerajaan Demak ada di bawah Sultan Trenggono. Demak tidak hanya menjadi pusat perdagangan tetapi juga penyebaran Islam di bawah kepemimpinan Wali Songo.

Demak juga menguasai beberapa pelabuhan utama dari Surabaya, Madura, Tuban, Semarang, Jepara, Cirebon, hingga Sunda Kelapa.

Pada saat kerajaan Demak berdiri, Selat Muria juga masih berfungsi menjadi jalur perairan strategis. Keberadaan selat tersebut bahkan menjadi salah satu penopang kejayaan Kesultanan Demak.

Seperti diketahui, Selat Muria merupakan selat yang dulunya menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Muria.

Selat Muria merupakan selat yang dulunya menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Muria. Selat Muria menjadi jalur perdagangan strategis karena berdekatan dengan kota perdagangan Demak.

Demak merupakan salah satu pelabuhan yang sangat penting dan strategis pada masa lalu. Banyak pedagang dari Semarang mengambil jalan pintas ke Demak hingga Rembang jika ingin berdagang, termasuk ke penjuru Nusantara seperti Maluku.

Jalur Selat Muria pun kemudian memegang peran strategis dalam menghubungkan perdagangan dari Demak dan Nusantara karena pedagang yang menuju Demak melewati Selat Muria.

Beberapa komoditas yang diperdagangkan pada masa itu di antaranya beras, garam, dan terasi. Selat tersebut menghilang karena endapan.

Sumber: CNBC

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img