18.2 C
London
Friday, June 14, 2024
HomeEducationNabi Muhammad Penuhi Undangan Makan Kaum Yahudi

Nabi Muhammad Penuhi Undangan Makan Kaum Yahudi

Date:

Related stories

Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Tujuan dan Besaran Biayanya

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah...

Menag Minta Tambahan Anggaran untuk Rumah Ibadah di IKN

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp...

Kota Mojokerto Raih Terbaik 1 Kategori Penegakan Hukum dalam Penyuluh Agama Islam Award tingkat Jatim

Satu lagi sosok inspiratif dan berprestasi dari Kota Mojokerto,...

Catat, Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah untuk Wukuf di Arafah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah...

Luhut ajak publik ikut awasi ormas keagamaan kelola tambang

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan...
spot_imgspot_img

Mata dunia kini melihat kekejaman yang dilakukan bangsa Israel terhadap anak-anak dan perempuan Gaza, Palestina. Mereka juga menghancurkan tempat ibadah umat Islam dan juga umat Kristen yang tinggal di Gaza.

Hal itu menunjukkan bahwa Perang Israel-Palestina tersebut bukanlah konflik agama antara umat Islam vs umat Yahudi. Justru, sejak masa Rasulullah, umat Islam dan Yahudi bisa hidup berdampingan.

Dalam sejarah Islam juga mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menerima undangan makan dari kaum Yahudi selama hidupnya. Nabi tidak hanya berbuat baik kepada tetangganya yang muslim, tapi juga kepada tetangannya yang non-muslim, termasuk dari kaum Yahudi.

Dalam buku “Manusia Yang Tidak Seperti Manusia”, Ustaz Ahmad Zarkasih menjelaskan, dalam riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dalam musnad-nya, dari sahabat Anas bin Malik, beliau menceritakan bahwa Nabi Saw pernah diundang oleh orang yahudi untuk makan, dan Nabi Saw memenuhi undangan tersebut.

“Dari Anas bin Malik Ra, seorang Yahudi mengundang Nabi Saw untuk bersantap roti gandum dengan acara hangat, dan Nabi SAW pun memenuhi undangan tersebut.” (HR Imam Ahmad)

Menurut Ustaz Zarkasih, itu adalah salah satu bukti bahwa Nabi Saw adalah tetangga yang baik bagi tetangga yang lainnya. Sampai-sampai, orang non-muslim yang tidak sepaham dengan agama Nabi saja mau mengundang untuk makan di rumahnya.

Menurut dia, undangan makan tersebut tidak mungkin terjadi jika Nabi Saw memperlakukan tetangganya dengan buruk, kurang bergaul, dan tidak menyapa. Undangan tersebut, menurut dia, memperlihatkan bahwa Nabi Saw itu orang yang baik kepada semuanya, termasuk non-muslim.

“Nabi SAW sama sekali tidak anti kepada nonmuslim apalagi memusuhinya. Bukankah Nabi Saw itu diutus untuk kebaikan semua makhluk?,” kata Ustaz Zarkasih, dikutip dari buku “Manusia Yang Tidak Seperti Manusia”, .

Namun, penting juga untuk diingat bahwa hubungan antara Nabi Muhammad dan kaum Yahudi tidak selalu harmonis. Terdapat juga konflik dan ketegangan antara umat Islam dan kaum Yahudi selama masa Nabi Muhammad.https://islamdigest.republika.co.id/berita/s3hgi7430/nabi-muhammad-penuhi-undangan-makan-kaum-yahudi

Sumber: Republika

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img