9.8 C
London
Tuesday, February 20, 2024
HomeEducationKata Istri Nabi Muhammad yang Keturunan Yahudi tentang Interaksi dengan Pengiman Taurat

Kata Istri Nabi Muhammad yang Keturunan Yahudi tentang Interaksi dengan Pengiman Taurat

Date:

Related stories

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....

Bingung Doa Tak Kunjung Dikabulkan? Yuk Cek Rahasia Ini

Berdoa merupakan bagian penting dari sisi kehidupan manusia yang biasanya melibatkan meminta kebahagiaan,...

Makna Kesetaraan Gender dalam Kajian Islam

Kajian tentang gender berkembang pesat tidak hanya di kalangan...
spot_imgspot_img

Nabi Muhammad dikenal sebagai teladan yang penuh inspirasi. Meski berbeda keyakinan, Nabi Muhammad tetap mengapresiasi penganut keyakinan lain, seperti orang Yahudi.

Sejarawan mencatat relasi yang berlangsung antara Nabi Muhammad SAW dan orang-orang Yahudi di Madinah selama dua tahun pertama sejak awal hijrah, yakni sebelum Perang Badar terjadi. Perang Badar sendiri terjadi pada tahun 624 Masehi.

Dalam buku “Nabi Muhammad & Yahudi Madinah” terbitan alvabet, dosen sejarah dan peradaban Islam di Fakultas Adab Universitas al-Malik as-Sa’ud Riyadh, Muhammad bin Faris al-Jamil menjelaskan, Rasulullah sampai di Quba’ di pinggiran kota Yatsrib (Madinah) pada Rabiul Awal tahun pertama Hijrah yang bertepatan dengan 622 M.

Berdasarkan beberapa riwayat, menurut Faris, kontak pertama antara Nabi Muhammad dan orang-orang Yahudi terjadi sebelum beliau berangkat ke Madinah, tepatnya di Quba’.

Dari Abdullah bin Abu Bakar bin Hazm; Ibnu Ishaq meriwayatkan kesaksian Shafiyah binti Huyay bin Akhthab (Istri Nabi dari keturunan Yahudi) mengenai kontak pertama antara Nabi dengan orang-orang Yahudi. Shafiyah mengungkapkan:

“Ketika Rasulullah datang ke Madinah, beliau singgah di Quba’ di tempat Bani Amr bin Auf. Ayahku, Huyay bin Akhthab dan pamanku, Abu Yasir bin Akhtab, mendatanginya pagi-pagi dengan mengenakan selimut penutup dan baru kembali saat matahari terbenam. Mereka pulang dalam keadaan lelah, lesu, dan lemas. Mereka berjalan gontai. Aku menyambut keduanya dengan ceria seperti biasa tetapi, demi Allah, tak satupun dari mereka menoleh kepadaku. Keduanya terlihat menanggung kesusahan. Lalu kudengar pamanku bertanya kepada ayahku:

“Apakah benar dia orangnya?” Ayahku menjawab, “Iya, demi Tuhan”.

“Apakah kamu mengenalnya,” pamanku kembali bertanya. “Iya,” jawab ayahku.

“Lalu bagaimana sikapmu?” Tanya paman lagi.

Ayah pun menjawab, “Demi Tuhan, aku akan memusuhinya selama masih hidup.”,”

Di antara yang memperkuat riwayat Shafiyah mengenai permusuhan ayahnya terhadap Nabi Muhammad adalah laporan Urwah bin az-Zubair, bahwa orang Yahudi pertama yang mendatangi Rasulullah adalah Abu Yasir bin Akhthab.

Setelah pulang, Urwah mendengarnya berseru kepada kaumnya, “Percayalah kepadaku, inilah nabi yang kita tunggu-tunggu.” Namun saudaranya, Huyay inilah yang disegani kaumnya. Dia dikuasai setan, sehingga alih-alih mengindahkan seruan Abu Yasir, mereka malah mengikuti perkataan Huyay.”

Namun, terlepas dari perbedaan berbagai riwayat tentang orang Yahudi pertama yang mendatangi Rasulullah, apakah Abu Yasir bin Akhthab atau saudaranya, Huyay, isi perjumpaan itu dan akibat yang ditimbulkannya tidak berbeda, yakni pada akhirnya mereka tidak mengakui kenabian Muhammad, mendustakan, dan memusuhinya.

Sumber: Republika

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img