15.2 C
London
Monday, May 27, 2024
HomeEducationMUI Sebut tidak Perlu Menjelekkan Pilihan Orang Lain di Pemilu

MUI Sebut tidak Perlu Menjelekkan Pilihan Orang Lain di Pemilu

Date:

Related stories

10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

Jakarta, CNBC Indonesia- Kerajaan Islam pernah menguasai Nusantara dan...

Film Kiblat Arahan Sutradara Bobby Prasetyo Memicu Kontroversi, Begini Sepak Terjangnya di Dunia Perfilman

Kontroversi film Kiblat arahan sutradara Bobby Prasetyo masih hangat dibicarakan oleh banyak orang...

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....
spot_imgspot_img

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Marsudi Syuhud mendorong masyarakat untuk tidak perlu saling mencaci maki atau menjelek-jelekan satu sama lain karena berbeda pilihan pada Pemilu Serentak 2024.

“Tentukan saja pilihan masing-masing, tidak perlu saling menjelek-jelekan pilihan orang lain. Memilih pemimpin itu hukumnya wajib,” kata Wakil Ketua MUI Marsudi Syuhud ditemui usai acara “Mutada Sanawi III” di Jakarta, Rabu (1/11/2023).

Dia mengatakan bahwa pesta demokrasi harus menggambarkan tentang kenyamanan dan kegembiraan. Untuk itu, ia meminta masyarakat berfokus pada program-program dari calon presiden dan wakil presiden.

“Jadi yang dilihat adalah program-programnya, jangan menjelek-jelekan dan jangan mengadu domba,” kata dia.

Ditanya mengenai potensi kampanye hitam yang memainkan isu identitas agama, dia mengatakan masyarakat tidak termakan oleh isu-isu tersebut. Dia juga mengatakan semua agama juga melarang hal-hal yang berkaitan dengan caci maki, adu domba, hingga berita-berita hoaks.

“Semua agama itu melarang bohong, melarang caci maki, berita hoaks, dan adu domba, serta caci maki, dan saling menjelek-jelekan, agama ini menganjurkan jujur dan adil,” ujarnya.

Marsudi berharap setiap individu dapat menjaga kenyamanan pemilu untuk tetap menerapkan asas jujur dan adil serta langsung, umum, bebas dan rahasia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) aktif mengawasi kampanye hitam menjelang Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

Menurutnya, Polri juga perlu tegas menangani berbagai kampanye yang bisa memprovokasi dan memecah belah masyarakat.

Tito menuturkan bahwa kampanye diperbolehkan sepanjang pesan yang dimuat berdasarkan fakta. Sekalipun kampanye tersebut menggambarkan sisi negatif pasangan calon atau peserta Pemilu.

Hal ini dapat membantu masyarakat untuk memahami peserta pemilu sebelum menentukan pilihannya.

Tito berharap partai politik atau peserta pemilu dapat menggunakan cara-cara yang sesuai aturan dan siap menerima kemenangan maupun kekalahan.

Di lain sisi, Mendagri mendorong Polri agar mampu membaca atau memetakan kerawanan konflik pada Pemilu dan Pilkada 2024.

Polri perlu melakukan langkah-langkah yang tidak hanya bersifat responsif, tapi juga proaktif termasuk dalam menangani kerawanan konflik. Langkah proaktif ini menjadi kunci, termasuk melakukan patroli di dunia maya.

Sumber: Republika

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img