14 C
London
Sunday, May 26, 2024
HomeLifestylePandangan Childfree Menyelisihi Sunnatullah dan Konsep Keluarga Sakinah

Pandangan Childfree Menyelisihi Sunnatullah dan Konsep Keluarga Sakinah

Date:

Related stories

10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

Jakarta, CNBC Indonesia- Kerajaan Islam pernah menguasai Nusantara dan...

Film Kiblat Arahan Sutradara Bobby Prasetyo Memicu Kontroversi, Begini Sepak Terjangnya di Dunia Perfilman

Kontroversi film Kiblat arahan sutradara Bobby Prasetyo masih hangat dibicarakan oleh banyak orang...

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....
spot_imgspot_img

BANTUL – Pernikahan antara laki-laki dengan perempuan menurutnya Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah sunatullahnya adalah memiliki anak sebagai generasi penerus.

Akan tetapi di masa sekarang, sunnatullah tersebut ‘digugat’ dengan merebaknya pandangan childfree. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pembina Kesehatan Keluarga ini menjelaskan, childfree merupakan kesepakatan untuk tidak memiliki anak atau keturunan.

Hemat Salmah, pandangan tersebut menyelisihi sunnatullah. Sebab, memiliki keturunan merupakan anugerah dari Allah SWT. Sebab dari keturunan ini akan dilanjutkan kehidupan dan dalam kepercayaan Agama Islam, anak ini akan menjadi ladang jariyah bagi orang tuanya.

“Dalam Agama Islam, anak ini adalah yang kita tunggu-tunggu. Sebagaimana firman Allah, bahwa manusia diciptakan yang pertama untuk beribadah kepada-Nya dan yang kedua sebagai khalifah fil ardh,” ungkap Salmah pada, Jumat malam (14/4).

Di acara Kajian Itikaf yang diselenggarakan Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Piyungan ini Salmah menjelaskan, peran dari kehadiran manusia di muka bumi adalah untuk menjaga kelestariannya. Maka pandangan childfree ini berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan.

“Coba bayangkan kalau semuanya berpikiran tidak ingin punya anak, kira-kira bagaimana kehidupan seterusnya ?”. imbuhnya.

“Sehingga sebenarnya childfree ini tidak sesuai dengan ajaran Islam. ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah sudah jelas childfree   ini tidak sesuai, walaupun dengan banyak alasan. Kecuali ada alasan kesehatan,” ungkapnya.

Merujuk pada putusan hasil Muktamar 48 di Surakarta, Salmah mengatakan bahwa di antara isu-isu yang diangkat oleh Muhammadiyah-‘Aisyiyah adalah tentang ketahanan keluarga. Keluarga sakinah, imbuhnya, merupakan program yang terus-menerus dilaksanakan.

Keluarga sakinah ini menurutnya akan terus menjadi program yang dijalankan oleh ‘Aisyiyah sejak awal berdiri, dan sampai kapanpun. Program ini berlandaskan pada Surat Ar Rum ayat 21, yang menjelaskan penciptaan manusia secara berpasangan antara laki-laki dengan perempuan.

Dalam surat ini, terdapat beberapa nilai atau landasan dari Keluarga Sakinah, meliputi tauhid, zawaj atau berpasangan laki-laki dan perempuan untuk regenerasi, sakinah, dan mawaddah wa rahmah yaitu cinta kasih sebagai pengikat keluarga dalam mewujudkan keluarga sakinah.

Sumber: Muhammadiyah

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img