10.3 C
London
Wednesday, April 17, 2024
HomeEnvironmentUni Eropa Siapkan Kebijakan untuk Berantas Kebencian terhadap Islam

Uni Eropa Siapkan Kebijakan untuk Berantas Kebencian terhadap Islam

Date:

Related stories

10 Kerajaan Islam Tertua di RI, Ada yang Dekat dengan Selat Muria

Jakarta, CNBC Indonesia- Kerajaan Islam pernah menguasai Nusantara dan...

Film Kiblat Arahan Sutradara Bobby Prasetyo Memicu Kontroversi, Begini Sepak Terjangnya di Dunia Perfilman

Kontroversi film Kiblat arahan sutradara Bobby Prasetyo masih hangat dibicarakan oleh banyak orang...

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....
spot_imgspot_img

Marion Lisse Koordinator Uni Eropa untuk pemberantasan kebencian anti-Islam memastikan Uni Eropa sudah punya sejumlah rencana nyata untuk memberantas Islamophobia. Islam adalah agama minoritas terbesar di Eropa dengan persentase dan asal negara yang berbeda-beda.

“Akan tetapi, kunci utamanya adalah masyarakat muslim di Uni Eropa adalah sebuah bagian integral dari masyarakat kami. Kami sudah mempersiapkan sebuah dokumen yang memetakan fenomena kebencian terhadap muslim,” kata Lisse.

Di antara kebencian terhadap Islam adalah aksi pembakaran al Quran di Swedia. Lisse mengungkap pihaknya akan mengarus-utamakan sejumlah kebijakan untuk memerangi kebencian terhadap muslim di sejumlah sektor seperti pendidikan, keamanan, migrasi dan area lainnya.           

“Kami akan terus melakukan dialog dengan sejumlah lembaga, masyarakat sipil, tokoh dan LSM internasional. Kami akan menerapkan kebijakan berbasis bukti dan menaikkan kesadaran di kalangan warga negara serta lembaga soal Islamophobia,” kata Lisse.

Advertisement

Sebelumnya pada 29 Juni 2023 atau saat hari raya Idul Adha, kembali terjadi aksi provokatif pembakaran al-Quran di depan Masjid Raya Sodermalm, Stockholm, Swedia.

Indonesia bersama anggota-anggota Organisasi Kerja Sama Islam di Swedia telah menyampaikan protes atas peristiwa ini.

Aksi pembakaran al-Quran kali ini dilakukan oleh seorang warga Irak bernama Salwan Momika. Dia merobek beberapa halaman salinan Al Quran dan membakarnya dengan tujuan mengkritik Islam.

Momika mengenalkan diri sebagai ateis sekuler di media sosial. Dia juga memuji politikus sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan, yang sebelumnya juga melakukan aksi pembakaran kitab suci umat Islam di tempat tersebut. Setelah pembakaran al-Quran yang dilakukan Momika, polisi Swedia menggelar investigasi ujaran kebencian dalam dugaan kasus Islamophobia.

Sumber: Tempo

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img