24.4 C
London
Friday, June 9, 2023
HomeAsiaSekte Sesat dari Korea Selatan Menjamur di Vietnam

Sekte Sesat dari Korea Selatan Menjamur di Vietnam

Date:

Related stories

Inara Rusli Pelajari Hukum Islam Sebelum Umbar Kasus Virgoun Selingkuh

Inara Rusli mengakui kalau dirinya sudah mempelajari hukum Islam...

Hukum Memiliki Khodam dalam Islam, Bolehkah?

Pernah dengar tentang khodam? Istilah ini biasanya identik dengan...

Fathul Muin adalah Kitab Fikih Islam, Menjelaskan Ketentuan Sholat

Fathul Muin adalah salah satu karya klasik penting dalam...

Hukum Menonton Konser dalam Islam

Hukum menonton konser musik menjadi salah satu hukum yang...

Kebahagiaan Iblis Saat Suami-Istri Bercerai

Pernikahan merupakan salah satu ibadah yang bisa dilakukan oleh...
spot_imgspot_img

Rakyat Vietnam dikejutkan oleh sekte sesat yang berasal dari Korea Selatan (Korsel) yang meluas di sejumlah provinsinya. Pihak kepolisian di Provinsi Quang Nam, Vietnam memerintahkan para pengikut Church of God the Mother atau Gereja Tuhan Ibu untuk berhenti mengikuti agama mereka.

Polisi di Komune Cam Ha dilaporkan menggerebek sejumlah orang yang tengah melakukan ritual agama ilegal di sebuah rumah awal pekan ini. Terdapat enam wanita dan empat pria tengah melakukan upacara agama ilegal.

“Polisi menyita sebuah laptop, tiga speaker komputer, 10 alkitab, lima buku catatan, 14 sprei putih, dan sebuah podium,” lapor Radio Free Asia.

Pada April 2018, komite urusan agama pemerintah Vietnam meminta otoritas pusat dan daerah untuk memantau sekte di komunitas gereja tersebut. Komunitas itu juga dikenal sebagai Gereja Tuhan Masyarakat Misi Dunia atau World Mission Society Church of God.

Ketua komite saat itu, Vu Chien Thang meminta otoritas provinsi dan kota untuk memperkuat kerja propaganda dan memberikan panduan kepada para pemimpin kelompok. Gereja Tuhan sendiri didirikan di Korea Selatan pada tahun 1964 oleh Ahn Sahng-hong. Pengikut sekte itu menganggap Ahn sebagai sang ‘Kristus’. Menurut situs webnya, ia memiliki lebih dari 3,3 juta anggota di 175 negara.

Sementara itu, di Vietnam, Hukum Keyakinan dan Agama Vietnam mewajibkan kelompok agama untuk mendaftarkan organisasi dan tempat ibadah mereka. Hanya organisasi yang telah beroperasi setidaknya selama lima tahun yang dapat mengajukan pendaftaran.

Setelah terdaftar, organisasi diberikan status sebagai badan hukum. Kendati begitu, masih banyak kelompok agama menolak untuk mendaftar karena takut akan penganiayaan atau kekhawatiran akan kemerdekaan mereka.

Pada Desember, Amerika Serikat (AS) memasukan Vietnam pada Daftar Pantauan Khusus karena dianggap mentolerir pelanggaran berat kebebasan beragama. Penunjukan itu berarti AS tidak menganggap pelanggaran terhadap kebebasan beragama meluas atau cukup parah untuk melabelinya sebagai Negara dengan Perhatian Khusus, tetapi Departemen Luar Negeri memantaunya dengan cermat untuk kemungkinan pencantuman di masa mendatang.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img