18.2 C
London
Saturday, July 13, 2024
HomeEconomyKualitas SDM Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi Indonesia

Kualitas SDM Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi Indonesia

Date:

Related stories

Wapres sebut ekonomi syariah bukan demi kepentingan umat Islam semata

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menekankan bahwa ekonomi dan...

Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Tujuan dan Besaran Biayanya

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah...

Menag Minta Tambahan Anggaran untuk Rumah Ibadah di IKN

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp...

Kota Mojokerto Raih Terbaik 1 Kategori Penegakan Hukum dalam Penyuluh Agama Islam Award tingkat Jatim

Satu lagi sosok inspiratif dan berprestasi dari Kota Mojokerto,...

Catat, Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah untuk Wukuf di Arafah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah...
spot_imgspot_img

Tantangan yang dihadapi secara umum disebabkan oleh adanya revolusi industri 4.0 yang datang hampir bersamaan dengan terjadinya pandemi. 

IDXChannel – Sejumlah isu dinilai menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam upaya pemulihan ekonomi Indonesia.

Sebut saja kualitas sumber daya manusia (SDM), produktivitas, hingga dampak dari pandemi COVID-19 yang masih terasa di sejumlah sektor kehidupan.

Terkait isu kualitas SDM, tantangan yang dihadapi secara umum disebabkan oleh adanya revolusi industri 4.0 yang datang hampir bersamaan dengan terjadinya pandemi. 

“Teknologi digital berkembang dengan sangat pesat dan berdampak pada terjadinya transformasi di sektor ketenagakerjaan,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, dalam keterangan resminya, Rabu (8/3/2023).

Menurut Ida, ada tiga transformasi besar yang terjadi, yaitu transformasi keterampilan, transformasi pekerjaan dan transformasi sosial.

“Kita perlu bersama-sama berkolaborasi, berkoordinasi dan bersinergi untuk memberikan penguatan tenaga kerja baik di industri besar maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam hal kompetensi, konsistensi, adaptasi, inovasi, dan penguasaan teknologi selaras guna membangun ekonomi bangsa,” tutur Ida.

Sementara, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, menyatakan bahwa lulusan universitas dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini masih menjadi kontributor terbesar terhadap angka pengangguran terbuka.

Per Agustus 2022, lulusan universitas menyumbang sebesar delapan persen, sedangkan lulusan SMK mencapai 9,4 persen.

“Masalah utama dari kondisi tersebut adalah adanya skill gap antara kebutuhan industri dengan kapasitas lulusan perguruan tinggi dan vokasi Indonesia karena kurangnya link and match serta demand-driven,” ujar Arsjad. 

Arsjad juga mengatakan bahwa Indonesia juga punya jutaan UMKM yang dapat menjadi basis perekonomian nasional dengan daya serap tenaga kerja sebesar 97 persen dan mendominasi struktur usaha indonesia hingga 99 persen. 

“Namun sayangnya, UMKM di Indonesia masih didominasi oleh usaha mikro dan kecil, serta masih memiliki tantangan untuk scale–up,” tegas Arsjad. (TSA)

Sumber : IDXChannel

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img