0.3 C
London
Thursday, November 30, 2023
HomeEnvironmentInilah Alasan Mengapa Semakin Banyak Orang Latin Masuk Islam

Inilah Alasan Mengapa Semakin Banyak Orang Latin Masuk Islam

Date:

Related stories

Anti Mager, Baca Doa Ini Agar Diberikan Semangat oleh Allah SWT

Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah liburan akhir pekan, saatnya...

Ustaz Adi Hidayat: Dua Surat Alquran Ini Bisa Mengugurkan Dosa dan Membuat Doa Dikabulkan

SuaraBanten.id - Ustaz Adi Hidayat dalam sebuah video ceramahnya menyarankan jamaah...

Uut Permatasari Blak-Blakan Ngaku Nikahi Suami Tanpa Ada Rasa Cinta, Memangnya Boleh?

Suara.com - Di balik hubungan pernikahannya yang sudah 8 tahun,...

Muhaimin Iskandar Sebut Sistem Pemerintahan Perlu Dievaluasi Setiap 30 Tahun

SuaraMalang.id - Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) Muhaimin Iskandar menyerukan...

Istri Sebut Karier Christian Gonzales Melejit Usai Mualaf, Christian Rontini Sang Menantu Ikut Masuk Islam

Suara.com - Pernikahan anak Cristian Gonzales, Amanda Gonzales dengan Christian Rontini, pria berdarah Filipina...
spot_imgspot_img

 Luis Lopez, seorang pria Latin, masih mengingat saat-saat menegangkan ketika ia berjalan menuju aula masjid yang penuh sesak di Union City bersama putranya untuk mengucap syahadat dan masuk Islam.

“Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah,” kata mereka di masjid, yang terletak di sebuah bangunan batu bata berkolom yang dulunya merupakan pusat komunitas Kuba.

Ayah berusia 41 tahun ini mengatakan bahwa dukungan dan sambutan dari umat Islam telah membuatnya merasa damai. Berbeda dari 22 tahun lalu, saat ia masih berkecimpung di dunia geng.

Lopez, yang pindah ke Amerika dari Puerto Rico saat masih kecil, mengatakan bahwa dua peristiwa mendorongnya untuk mengubah hidupnya: penikaman yang berhubungan dengan geng pada tahun 1997 dan kelahiran putranya setahun kemudian.

Atas dorongan teman-temannya, ia mengunjungi sebuah masjid dan mulai mempelajari agama Islam

“Mereka mengatakan kepada saya, ‘Datanglah ke masjid, Anda akan merasa diterima,’” kata Lopez, 41 tahun, seorang supir truk dan mantan petinju profesional dari Bergen Utara.

Komunitas yang Berkembang.

Lopez dan putranya, menjadi bagian dari populasi mualaf Latin yang terus bertambah. Mereka meninggalkan Kristen dan beralih ke Islam.

Menurut laporan tahunan lembaga ‘American Muslim Poll: Predicting and Preventing Islamophobia’, hanya 1% Muslim yang mengaku diri mereka sebagai orang Hispanik pada tahun 2009. Pada tahun 2018, angka tersebut meningkat menjadi 7%.

Menurut sebuah studi dari Journal of Race, Ethnicity, and Religion tentang Muslim Latin di AS, banyak orang Latin Amerika yang masuk Islam karena alasan yang sama: keinginan untuk memiliki pengalaman yang lebih mendalam dan pribadi dengan Tuhan.

Faktanya, sebagian besar orang Latin Amerika yang masuk Islam adalah perempuan asal Meksiko atau Puerto Rico yang menganggap perpindahan agama mereka ke Islam sebagai bentuk kembalinya mereka ke identitas Muslim pra-Hispanik dan pra-Katolik.

Penjangkauan kepada orang Latin

Komunitas Muslim Latin telah menemukan tempat di daerah perkotaan seperti New York City, Miami, Chicago, Los Angeles, dan Houston.

Banyak kelompok Muslim Latin melihat Islam sebagai bagian dari warisan mereka. Mereka mengatakan bahwa mereka kembali ke akarnya karena kekuasaan bangsa Moor di Spanyol selama hampir 800 tahun yang meninggalkan pengaruh Islam pada bahasa dan budaya Hispanik.

Pesannya adalah bahwa “kami tidak memilih untuk meninggalkan budaya Latin atau menerima marjinalisasi. Kami memilih untuk merangkul sesuatu yang sudah ada di sana,” kata Harold Morales, profesor filsafat dan studi agama di Morgan State University di Baltimore, Maryland.

Morales menulis buku tahun 2018, “Latino and Muslim in America: Race, Religion, and the Making of a New Minority.”

Di Pusat Pendidikan Islam Hudson Utara, tempat Lopez beribadah, jumlah mualaf Latin telah meningkat secara signifikan.

“Visi kami adalah untuk menyebarkan ajaran Islam yang benar, tuntunan Islam, kepada sebanyak mungkin orang [yang kami bisa] di wilayah North Jersey Hudson,” kata Mohammad Alhayek, imam masjid tersebut.*

Sumber: Hidayatullah

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img