2 C
London
Monday, March 4, 2024
HomeNewsOrganisasi Keagamaan Punya Tanggung Jawab untuk Jaga Kualitas Kontestasi Politik

Organisasi Keagamaan Punya Tanggung Jawab untuk Jaga Kualitas Kontestasi Politik

Date:

Related stories

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....

Bingung Doa Tak Kunjung Dikabulkan? Yuk Cek Rahasia Ini

Berdoa merupakan bagian penting dari sisi kehidupan manusia yang biasanya melibatkan meminta kebahagiaan,...

Makna Kesetaraan Gender dalam Kajian Islam

Kajian tentang gender berkembang pesat tidak hanya di kalangan...
spot_imgspot_img

Persaingan Pemilu 2024 harus berjalan sehat. Dengan begitu, kontestasi ini bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas, sehingga berguna bagi keberlangsungan kemajuan bangsa.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas kontestasi politik.

“Politik ormas keagamaan adalah politik moral, berdiri di atas berbagai kepentingan politik, bukan pada satu kepentingan politik saja,” ujar Mu’ti dalam webinar Moya Institute, Selasa (18/4).

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Komaruddin Hidayat menyampaikan, ukhuwah islamiyah bukanlah persaudaraan di antara orang islam, tetapi persaudaraan sesama manusia yang dibalut dalam nilai-nilai Islam.

“Agama seharusnya untuk membangun etika kemanusiaan. Siapapun yang merasa beragama jangan menonjolkan kepentingan sendiri dan memunculkan perpecahan. Jangan agama direduksi hanya untuk kepentingan kelompok,” kata Komaruddin.

Sedangkan bagi pemerhati isu-isu global dan strategis, Imron Cotan mengatakan, dalam mencari dan menemukan pemimpin politik yang baik tak dapat dipungkiri berasal dari suatu persaingan. Namun, persaingan tersebut harus dilakukan secara sehat. 

Perbedaan politik tidak boleh menjadi alasan menciptkan polarisasi atau perpecahan. Sehingga kontestasi demokrasi berjalan sesuai marwahnya.

“Seharusnya persaingan politik memunculkan gagasan baru, ide segar, untuk membangun bangsa. Bukan malah memecah persatuan bangsa,” pungkas Imron.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img