18.2 C
London
Saturday, July 13, 2024
HomeEnvironmentBegini Cara Kerja Mata-Mata pada Masa Nabi Muhammad SAW

Begini Cara Kerja Mata-Mata pada Masa Nabi Muhammad SAW

Date:

Related stories

Wapres sebut ekonomi syariah bukan demi kepentingan umat Islam semata

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menekankan bahwa ekonomi dan...

Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Tujuan dan Besaran Biayanya

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah...

Menag Minta Tambahan Anggaran untuk Rumah Ibadah di IKN

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp...

Kota Mojokerto Raih Terbaik 1 Kategori Penegakan Hukum dalam Penyuluh Agama Islam Award tingkat Jatim

Satu lagi sosok inspiratif dan berprestasi dari Kota Mojokerto,...

Catat, Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah untuk Wukuf di Arafah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah...
spot_imgspot_img

 Salah satu ilmu dalam khazanah Islam adalah kecemerlangan dan kemajuan di bidang militer. Cara-cara kerja intelijen pun kerap diterapkan dengan sangat baik.

Sejarah Islam mencatat bagaimana peran dan cara intelijen Muslim melancarkan aksinya. Salah satunya sebagaimana disebutkan di dalam perang yang bersejarah dalam Islam, yakni Perang Uhud. Dalam perang ini, strategi militer dikerahkan Nabi Muhammad SAW agar dapat mengungguli lawan, salah satunya mengerahkan telik sandi (mata-mata) sebagai pengumpul informasi musuh.

Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam kitab Sirah Nabawiyah menjelaskan adalah Al-Abbas bin Abdul Muthalib yang masih menetap di Makkah yang terus memata-matai setiap tindakan kaum Quraisy dan persiapan militer mereka. Dialah telik sandi atau intelijen yang berada di pihak Nabi Muhammad SAW saat Perang Uhud berlangsung.

Setelah pasukan berangkat, Al-Abbas mengirim kabar surat kilat kepada Nabi Muhammad SAW. Yakni berupa kabar secara perinci tentang pasukan kaum Quraisy. Secepat kilat utusan Al-Abbas pergi menyampaikan surat, menempuh perjalanan antara Makkah dengan Madinah hanya dalam jangka waktu tiga hari.

Dia pun menyertakan surat itu tatkala beliau sedang berada di Masjid Kuba. Beliau memerintahkan Ubay bin Ka’ab membacakan surat tersebut dan memerintahkan untuk merahasiakannya. Seketika itu pula beliau pergi ke Madinah, lalu merembukkan permasalahannya dengan para pemuka Muhajirin dan Anshar.

Sumber: Republika

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img