9.8 C
London
Tuesday, February 20, 2024
HomeEnvironmentBegini Cara Kerja Mata-Mata pada Masa Nabi Muhammad SAW

Begini Cara Kerja Mata-Mata pada Masa Nabi Muhammad SAW

Date:

Related stories

Prabowo-Gibran Unggul Telak, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Disarankan Legowo, Sulit Buktikan Kecurangan TSM

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs...

4 Alasan Mengapa Nabi Isa yang Diperintahkan Allah untuk Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

Nabi Isa merupakan salah satu nabi yang masih hidup hingga...

Apa yang Dimaksud dengan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya?

Muhammadiyah memiliki visi yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya....

Bingung Doa Tak Kunjung Dikabulkan? Yuk Cek Rahasia Ini

Berdoa merupakan bagian penting dari sisi kehidupan manusia yang biasanya melibatkan meminta kebahagiaan,...

Makna Kesetaraan Gender dalam Kajian Islam

Kajian tentang gender berkembang pesat tidak hanya di kalangan...
spot_imgspot_img

 Salah satu ilmu dalam khazanah Islam adalah kecemerlangan dan kemajuan di bidang militer. Cara-cara kerja intelijen pun kerap diterapkan dengan sangat baik.

Sejarah Islam mencatat bagaimana peran dan cara intelijen Muslim melancarkan aksinya. Salah satunya sebagaimana disebutkan di dalam perang yang bersejarah dalam Islam, yakni Perang Uhud. Dalam perang ini, strategi militer dikerahkan Nabi Muhammad SAW agar dapat mengungguli lawan, salah satunya mengerahkan telik sandi (mata-mata) sebagai pengumpul informasi musuh.

Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam kitab Sirah Nabawiyah menjelaskan adalah Al-Abbas bin Abdul Muthalib yang masih menetap di Makkah yang terus memata-matai setiap tindakan kaum Quraisy dan persiapan militer mereka. Dialah telik sandi atau intelijen yang berada di pihak Nabi Muhammad SAW saat Perang Uhud berlangsung.

Setelah pasukan berangkat, Al-Abbas mengirim kabar surat kilat kepada Nabi Muhammad SAW. Yakni berupa kabar secara perinci tentang pasukan kaum Quraisy. Secepat kilat utusan Al-Abbas pergi menyampaikan surat, menempuh perjalanan antara Makkah dengan Madinah hanya dalam jangka waktu tiga hari.

Dia pun menyertakan surat itu tatkala beliau sedang berada di Masjid Kuba. Beliau memerintahkan Ubay bin Ka’ab membacakan surat tersebut dan memerintahkan untuk merahasiakannya. Seketika itu pula beliau pergi ke Madinah, lalu merembukkan permasalahannya dengan para pemuka Muhajirin dan Anshar.

Sumber: Republika

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img