17.9 C
London
Tuesday, October 3, 2023
HomeEconomyMuslim Mamuju Diminta Jaga Persatuan Bangun Daerah

Muslim Mamuju Diminta Jaga Persatuan Bangun Daerah

Date:

Related stories

Penjelasan Ahli Tafsir tentang Meteor Sebagai Senjata Pelempar Setan

Sebuah video viral meteor atau bintang jatuh beredar di berbagai linimassa....

Hijrah Artinya Apa? Ini Sejarah, Dalil Dan Makna Pentingnya Bagi Umat Islam

Dalam sejarah Islam, salah satu peristiwa paling menonjol yang...

Ini Hukum Pesan Makanan via Ojol dalam Ajaran Islam

Semenjak kehadiran ojek online (ojol) pesen makanan menjadi lebih...

Malaikat Jibril dan Tugasnya dalam Islam

Malaikat Jibril, yang juga dikenal sebagai Malaikat Gabriel dalam...
spot_imgspot_img

Kaum Muslimin di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diminta untuk menjaga kebersamaan dan persatuan dalam membangun ekonomi daerah.

“Hari Raya Idul Adha 1444 hijriah mari dijadikan momentum untuk mencegah kerawanan sosial dan mendukung setiap upaya pemerintah dalam membangun ekonomi daerah,” kata Khatib Idul Fitri Ahmad Barambangi pada Shalat Idul Adha yang dihadiri ribuan Muslimin di anjungan pantai Manakarra Kota Mamuju, Kamis.

Ia mengatakan, kaum Muslimin di Mamuju diminta untuk terus membangun kebersamaan dan persatuan sebagai makna hari raya kurban yang mempersatukan seluruh umat Islam di dunia.

“Jaga persatuan daerah dengan dilandasi iman, sesuai makna hari raya kurban yakni untuk membangun kebersamaan dan persatuan kaum Muslimin sebagai sabda Rasulullah agar setiap insan memelihara persatuan dan kebersamaan,” katanya.

Ia meminta, agar kaum Muslimin mengorbankan hartanya untuk membantu fakir miskin dan umat Islam lainnya agar diberikan ridho dan rahmat serta nikmat dari Allah SWT.

“Hilangkan sifat kikir dan dengki, namun menjadi dermawan, dan juga pemaaf
menjalankan ibadah dan memperbaiki akidah serta melaksanakan ibadah sosial membantu sesama untuk membangun peradaban Islam,” katanya.

Ia meminta agar umat Islam membantu pembangunan daerah dengan menghilangkan sifat hasut, rasa tidak peduli, dan berbuat kesombongan serta memandang rendah orang lain.

“Jangan paling merasa lebih alim, lebih kaya, lebih pintar dan lebih pantas mendapatkan kekuasaan, karena itu adalah ujian sebagai manusia namun utamakan persatuan agar kita semua tidak hidup seperti zaman jahiliah,” katanya.

Ia mengatakan, umat Islam yang berasal dari berbagai suku dan bangsa di dunia, telah melaksanakan ibadah wukuf di Arafah, dan di sana sudah tampak tidak ada kekuasaan dan perbedaan. Seluruh Muslim meninggalkan jabatannya dan hanya membawa selembar pakaian yang tidak dijahit.

“Tidak diperkenankan memakai adat atau pakaian indah dan mahal, semua sama dan itu menunjukkan persamaan seluruh umat manusia seperti di padang mashar kelak, sehingga segala bentuk kesombongan harus dihilangkan,” katanya.*

Sumber : Antara

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img