15.8 C
London
Friday, June 14, 2024
HomeEconomyFokus di Konsumsi, Ekonomi Digital RI Tertinggal Jauh dari India

Fokus di Konsumsi, Ekonomi Digital RI Tertinggal Jauh dari India

Date:

Related stories

Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Tujuan dan Besaran Biayanya

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah...

Menag Minta Tambahan Anggaran untuk Rumah Ibadah di IKN

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp...

Kota Mojokerto Raih Terbaik 1 Kategori Penegakan Hukum dalam Penyuluh Agama Islam Award tingkat Jatim

Satu lagi sosok inspiratif dan berprestasi dari Kota Mojokerto,...

Catat, Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah untuk Wukuf di Arafah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah...

Luhut ajak publik ikut awasi ormas keagamaan kelola tambang

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan...
spot_imgspot_img

Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat ekonomi digital Indonesia tertinggal jauh dari India. Terlebih, fokus RI hanya di sisi konsumsi, seperti e-commerce hingga fintech.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan Indonesia harus mulai beralih fokus kepada sisi produksi dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

“Contohnya India sudah jauh di depan, seperti apa kita melihat artificial intelligence (AI), nanotechnology, mungkin kita masih sangat ketinggalan. Jadi kita jangan terlalu fokus di sisi konsumsi, e-commerce, fintech, dan sebagainya,”  jelasnya dalam Executive Forum Media Indonesia yang tayang secara virtual, Kamis (9/3).


“Lihat juga sisi produksinya, SDM kita sesiap apa untuk masuk dan bersaing di AI. Kita jauh ketinggalan dari India, harus belajar mengejar ketertinggalan tersebut,” imbuhnya.

Ia menambahkan adaptasi ekonomi digital perlu dilanjutkan, bahkan diperkuat. Saat ini, Indonesia sudah memiliki 2 decacorn dan 9 unicorn. Lonjakan adopsi ekonomi digital adalah sumber pertama dari enam kran pertumbuhan baru Indonesia selepas pandemi covid-19.

Sumber kedua, kata Febrio, adalah dorongan industri kesehatan domestik. Ketiga, ekosistem sektor keuangan yang lebih baik. Keempat, dorongan pembangunan ekonomi hijau. Kelima, lonjakan kinerja hilirisasi sumber daya alam (SDA). Lalu terakhir, relokasi industri dari China.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia menguasai 40 persen ekonomi digital ASEAN.

Ia memprediksi nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$130 miliar pada 2025 dan akan terus meningkat hingga US$300 miliar pada 2030. Menurutnya, optimisme kinerja ini perlu didukung oleh potensi besar di sektor digital.

“Di dua tahun terakhir, perilaku masyarakat semakin contactless. Dan ini salah satunya ditopang oleh layanan e-commerce dan on-demand, seperti ride hailing atau ojek online (ojol), online food delivery, dan juga bisnis logistik berbasis online,” katanya.

Sumber : CNNIndonesia

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img